Senin, 27 Februari 2017

Diet Agar Cepat Hamil Bagian 1

Masalah kesehatan tidak hanya berkaitan dengan penyakit tetapi juga berkaitan dengan kondisi tubuh secara keseluruhan, salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian saat ini yaitu masalah kegemukan atau obesitas. Konsumsi makanan yang sebagian besar hanya berisi lemak dan karbohidrat serta kurangnya olahraga menjadi penyebab utama terjadinya obesitas. Selain itu, sekarang ini banyak yang lebih mengedepankan gengsi dan gaya hidup ketimbang makanan sehat, sebagai contoh, demi mengikuti pola hidup modern seseorang lebih banyak makan direstoran cepat saji yang sebagian besarnya menghidangkan menu junk food.




Meski mungkin tidak menimbulkan efek gangguan kesehatan secara langsung, obesitas merupakan bahaya laten bagi kesehatan tubuh manusia. Orang yang menderita obesitas berisiko tinggi mengalami berbagai penyakit, diantaranya: hipertensi (tekanan darah tinggi), penyakit jantung akibat penyumbatan pembuluh darah dijantung, diabetes mellitus, dan penyakit-penyakit lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, obesitas juga ternyata dapat menurunkan kemungkinan hamil hingga 40% dibandingkan pada berat badan normal, hal ini disebabkan karena hormone leptin yang dikeluarkan oleh jaringan lemak sedikit banyak bisa mengganggu kerja hormone reproduksi wanita (estrogen atau progesterone) hingga dapat mengganggu proses ovulasi (pembentukan sel telur). Selain itu, dipercaya bahwa obesitas juga berkaitan erat dengan menurunnya libido atau gairah seksual seorang wanita sehingga akan berpengaruh pada kehidupan seksualnya.
Melihat efek negatif dari obesitas tersebut, ada baiknya seorang wanita berusaha untuk menjaga berat badan dalam kisaran berat badan ideal.
Apabila wanita tersebut mempunyai berat badan lebih 10% atau kurang 10% dari hasil penghitungan BL ideal, berat badannya masih dianggap normal.
Berat badan ideal menunjukkan bahwa kondisi seseorang dalam keadaan sehat dengan nutrisi yang cukup, tidak berlebih juga tidak kekurangan. Untuk mengetahui status nutrisi seseorang, tidak hanya dari berat badan saja melainkan dari perbandingan berat badan dan tinggi badan atau melalui Indeks Masa Tubuh (IMT). Nilai IMT akan menentukan apakah orang tersebut masuk dalam kategori kurus, normal, atau obesitas.
Penghitungan berat badan ideal dan IMT bisa menjadi panduan untuk menjaga berat badan tetap ideal dan kondisi tubuh tetap sehat. Apabila Anda sudah terlanjur memiliki kelebihan berat badan, lakukan cara-cara menurunkan berat badan yang sehat seperti olahraga atau pengaturan pola makan yang tepat, sebaiknya jangan tergoda pada cara-cara menurunkan berat badan secara instan, semisal menggunakan obat-obatan pelangsing, karena malah akan semakin menumpuk racun dalam ginjal dan tubuh Anda. Selain itu, sering kali obat-obatan pelangsing menimbulkan efek diare yang pada akhirnya dapat membuat tubuh menjadi kekurangan cairan dan merusak pencernaan. Jadi, gunakanlah cara-cara sehat untuk menjaga berat badan tetap ideal.
Perbanyak Vitamin E
Ada mitos yang mengatakan bahwa banyak makan tauge dapat meningkatkan kesuburan seorang wanita, mitos tersebut tidak sepenuhnya salah karena tauge memang memiliki kandungan vitamin E yang tinggi. Vitamin E memang berperan dalam membantu pengaturan dan pembentukan hormon-hormon reproduksi wanita, vitamin E juga merupakan antioksidan ampuh yang dapat melindungi sel telur tersebut tetap dalam keadaan sehat untuk nantinya dibuahi oleh sperma. Tidak hanya pada sel telur, antioksidan yang terdapat pada vitamin E juga berfungsi melindungi melindungi sel sperma dari proses oksidasi, sehingga vitamin E juga baik dikonsumsi oleh pria.
Anda bisa mengonsumsi vitamin E alami yang berasal dari sayuran, buah, maupun lauk-pauk yang dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari. Selain tauge, jenis kacang-kacangan seperti kacang hijau juga banyak mengandung vitamin E. jenis sayuran lain seperti asparagus, buncis, serta biji gandum juga mengandung vitamin E, sedangkan buah-buahan yang mengandung vitamin E seperti stroberi, manggis, dan jagung, jenis makanan yang mengandung protein yang juga mengandung vitamin E diantaranya telur dan mentega. Apabila Anda tidak menyukai jenis makanan alami yang mengandung vitamin E, Anda bisa mengonsumsi sediaan suplemen vitamin E yang banyak dijual bebas, teliti terlebih dahulu kemasan serta tanggal kadaluarsa suplemen tersebut.
Dosis pemenuhan kebutuhan vitamin E yang disarankan adalah sebanyak 400 IU per hari, biasanya suplemen vitamin E yang dijual dipasaran sudah memenuhi dosis tersebut sehingga Anda hanya perlu mengonsumsinya sehari sekali. Anda juga dapat memenuhi kebutuhannya melalui makanan alami yang Anda konsumsi sehari-hari, yang perlu diingat adalah kelebihan vitamin E dapat menyebabkan keracunan sehingga ketika kita mengonsumsi vitamin tersebut tidak boleh lebih dari 1500 IU dalam seharinya. Sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau petugas kesehatan yang ahli apabila akan mengonsumsi vitamin E. jangan menganggap semakin banyak mengonsumsi suplemen vitamin E berarti Anda menjadi semakin subur, bisa-bisa malah terjadi keracunan vitamin E.
Perbanyak Vitamin B6

Kelompok vitamin B kompleks merupakan kelompok vitamin yang banyak berperan serta dalam sistem reproduksi manusia, salah satunya adalah vitamin B6 atau pridoksin. Serupa halnya dengan vitamin E, vitamin ini juga membantu pengaturan hormone reproduksi wanita termasuk mengatur jumlah hormone prolaktin. Hormone ini memang sangat berguna saat produksi ASI pada wanita menyusui namun pada wanita yang tidak menyusui, prolaktin yang terlalu tinggi dapat menyebabkan turunnya gairah atau libido seksual. Menurunnya libido dapat mengakibatkan hubungan seksualitas yang tidak sehat dengan pasangan, apabila hubungan seksual saja sudah tidak sehat, proses kehamilan juga akan menjadi terhambat.
Makanan sehari-hari yang sering kita konsumsi sebenarnya merupakan sumber vitamin B6 alami yang baik, usahakan jangan terlalu banyak mengonsumsi makanan sumber vitamin B6 yang telah diawetkan karena kadar vitaminnya tidak sebanyak pada bahan makanan yang masih segar. Makanan yang mengandung banyak vitamin B6 adalah hati yang berasal dari binatang seperti sapi, kambing atau domba, namun hati-hati mengonsumsinya karena hati juga banyak mengandung kolesterol yang bisa memicu obesitas atau masalah kesehatan lain jika konsumsinya terlalu berlebihan.
Apabila Anda tidak menggemari hati hewan, alternatif bahan makanan lain yang banyak mengandung vitamin B6 adalah ikan, khususnya ikan tuna, salmon, dan ikan cod. Lebih baik pilih sediaan ikan segar dibandingkan ikan kalengan atau yang sudah dibekukan. Selain ikan, bawang putih juga sumber vitamin B6 yang mudah kita temui dalam makanan sehari-hari. Berbagai jenis kacang-kacangan misalnya kedelai, kacang polong, dan kacang hijau merupakan sumber vitamin B6 yang juga lezat rasanya. Satu cangkir atau satu mangkuk kacang-kacangan dalam sehari sudah mencukupi kebutuhan harian vitamin B6. Sumber vitamin B6 lainnya, yaitu biji-bijian seperti biji bunga matahari dan biji wijen yang bila dikonsumsi secara teratur bisa memenuhi kebutuhan vitamin B6 alami yang baik bagi tubuh.
Gandum dan beras juga adalah sumber vitamin B6 yang mudah ditemui sehari-hari bahkan beras telah menjadi makanan pokok orang Indonesia, konsumsi nasi yang cukup dalam sehari sudah mampu memenuhi kebutuhan vitamin B6 namun semakin banyak mengonsumsi nasi juga dapat menimbulkan tingginya kadar gula dan kalori dalam tubuh sehingga konsumsinya pun harus tepat takarannya.

Baca juga: Madu Penyubur Kandungan 

Related Posts

Diet Agar Cepat Hamil Bagian 1
4/ 5
Oleh