Minggu, 15 Januari 2017

Mendambakan Kehamilan Sehat




Hamil yang sehat dan teratur adalah impian setiap ibu yang sedang mengandung. Untuk itu, faktor asupan gizi yang seimbang menjadi penting bagi ibu hamil. Pemenuhan gizi ini dimaksudkan agar janin tetap sehat dan dapat berkembang dengan baik. Semakin baik asupan gizi oleh ibu bagi janinnya maka akan semakin baik pula proses pertumbuhan si jabang bayi didalam kandungan. Adanya pemenuhan gizi inilah yang menjadi faktor utama agar wanita atau ibu hamil mendapatkan kehamilan yang sehat.


Sebaiknya, jika keadaan ibu hamil lemah karena minimnya asupan gizi maka masalah ini tentunya juga akan berpengaruh bagi bakal bayi. Adapun gejala-gejala bagi ibu hamil dengan gizi tidak seimbang adalah berkurangnya nafsu makan, kelelahan, terlalu sering buang air kecil, dan mengalami sembelit. Apabila mengalami gejala demikian, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan ahli atau dokter terkait.

Bagaimanapun, kehamilan yang sehat merupakan dambaan bagi setiap wanita atau ibu yang sudah dinyatakan positif hamil. Oleh karenanya, kehamilan yang sehat adalah bagaimana Anda dapat menjaga diri Anda dan calon bayi. Dengan pola makan yang seimbang, tentu saja dapat membantu Anda menuju proses melahirkan yang lancar. Sebelum menuju kehamilan itu sendiri, ada baiknya mulai sekarang Anda harus menyiapkan mental dan mulailah dengan menjalani pola hidup sehat.
A.      Perawatan

Masa-masa kehamilan bisa dikatakan waktu yang rentan bagi ibu hamil. Karena itu, pada masa ini perlu adanya perawatan ekstra, baik terkait dengan masalah kesehatan fisik maupun kesehatan mental (psikis) sang ibu. Dari ciri-ciri fisiknya, setiap tubuh wanita hamil biasanya mengalami banyak perubahan, yaitu terjadinya pengendoran otot dinding perut, pembengkakan pada tungkai bawah, dan gangguan pernapasan dan sering disertai perasaan takut, serta cemas saat menghadapi persalinan. Untuk menghindarinya, sebaiknya wanita hamil melakukan senam hamil secara teratur atau latihan fisik ringan untuk memperlancar kelahirannya. Senam hamil ini bisa dilakukan oleh ibu-ibu yang kehamilannya telah berusia diatas 20 minggu dan mendapatkan izin dari dokter.

Adapun bentuk latihan fisik ringan yang dimaksud adalah bentuk latihan fisik dengan fokus otot sendi, sistem pernapasan, dan koreksi sikap tubuh. Olah fisik ringan tadi dapat berguna untuk menghilangkan keluhan sakit pinggang, kejang otot dan betis. Disamping itu, latihan fisik ini dapat menguatkan otot, meningkatkan sistem pernapasan, dan mengoreksi sikap tubuh agar tidak terjadi hyperlordosis sehingga terhindar dari keluhan sakit pinggang dan rasa cepat lelah pada waktu berdiri atau berjalan.

Selanjutnya, latihan mental bisa dilakukan dengan relaksasi ketika posisi tiduran (rebahan), duduk bersandar, dan relaksasi untuk persiapan mental dalam menghadapi proses persalinan. Latihan ini bertujuan untuk menambah pengetahuan dan rasa percaya diri dalam menghadapi proses kehamilan dan persalinan.

B.      Masalah Kelebihan Berat Badan Selama Hamil

Kadang timbul pertanyaan dalam benak kita, bagaimana, ya, cara mengatasi kegemukan saat kehamilan? Masalah obesitas atau kegemukan ini tentu saja dianggap cukup mengganggu penampilan, khususnya ibu-ibu muda yang pertama kali mengandung. Akan tetapi, bagaimana sebenarnya masalah kegemukan ini saat masa kehamilan. Apakah ada efek tertentu sehingga Anda menghindarinya dengan cara diet? Atau sebaliknya, kegemukan saat kehamilan justru perlu demi tercukupinya asupan gizi bagi si bayi?

Menyikapi permasalahan tersebut, dr. Suririnah dalam salah satu tulisannya di www.infoibu.com menyatakan bahwa selama kehamilan, ibu hamil perlu untuk bertambah berta badan. Jadi, selama kehamilan bukanlah saatnya untuk khawatir karena Anda akan terlihat menjadi besar atau tampak gemuk. Menurut beliau, seorang wanita atau ibu hamil menjadi perlu bertambah berat badannya karena mengandung si calon bayi dalam tubuhnya, dan juga penting sebagai proses persiapan saat menyusui nanti. Disinilah saat-saat penting bagi si ibu untuk berpikir memberikan dan melakukan yang terbaik bagi diri dan calon bayinya.

Lantas, adakah batas-batas berat badan yang wajar saat memasuki masa kehamilan? Berbicara tentang batas berat bedan yang ideal saat hamil, dr. Suririnah kembali menegaskan, bila Anda memiliki berat badan yang kurang sebuah sebelum kehamilan terjadi, dianjurkan kenaikan berat badan Anda antara 14-20 kg. Namun, jika berat badan Anda berada dalam keadaan secara normal sebelum kehamilan, dianjurkan kenaikan berat badan Anda berkisar 12,5-17,5 kg. Kemudian, jika berat badan Anda sudah berlebih sebelum kehamilan maka kenaikan berat badan antara 7,5-12,5 kg.

C.      Mengatasi Gangguan Kehamilan

Pada waktu hamil beban ibu menjadi berat, baik saat bekerja maupun melakukan kegiatan lainnya. Karenanya, timbullah berbagai keluhan dan gangguan kesehatan ataupun penyakit lainnya. Berikut macam-macam gangguan kehamilan yang disertai cara-cara mengatasinya.

1.       Pusing, mual, dan muntah

Cara mengatasinya: beristirahatlah, makanlah sedikit demi sedikit tetapi sering, tidurlah dengan posisi kepala lebih rendah dari jantung, minum segelas the hangat dengan sedikit biskuit atau makanan kecil sebelum pergi tidur.

2.       Keputihan

Keputihan terjadi karena bertambahnya hormone selama masa kehamilan. Indikasinya, vagina mengeluarkan cairan berwarna putih susu, encer, dan tidak berbau. Keputihan akan bertambah banyak dengan bertambahnya usia kehamilan. Namun, tak perlu khawatir karena keputihan ini normal. Cara mengatasinya adalah dengan menjaga kebersihan dan kelembaban daerah vagina. Pakailah pakaian dalam yang berbahan katun dan tidak ketat. Bila keputihan ini berubah warna, berubah bau, menjadi semakin banyak maka periksakanlah ke dokter Anda.

3.       Susah tidur

Kehamilan yang semakin membesar membuat ibu hamil tidak nyaman, susah tidur atau gelisah. Hal ini terjadi pada awal kehamilan dan menjelang persalinan. Cara mengatasinya adalah dengan mengatur posisi tidur supaya nyaman, istirahat yang nyaman dikamar dengan sirkulasi udara yang baik, olahraga teratur, makan makanan bergizi, serta minum susu sebelum tidur.

4.       Seringnya buang air kecil dan sembelit

Cara mengatasinya adalah dengan minum air putih yang cukup banyak, makan buah, serta makan sayuran yang banyak mengandung serat.

5.       Varises dan kram perut

Terjadinya kram perut karena adanya pertumbuhan dan pembesaran dari rahim, yang mana otot dan ligament melebar untuk menyokong rahim. Adapun terjadinya varises ini disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron selama hamil. Hal ini tentunya juga mengakibatkan melonggarnya dinding pembuluh darah pada kaki, bertambahnya tekanan dari rahim pada vena panggul, serta meningkatnya volume darah. Cara mengatasinya adalah dengan menjaga kesehatan kaki, berdiri jangan terlalu lama, dan ketika buang air besar jangan mengejan terlalu berlebihan.

6.       Perut kembung

Cara mengatasinya adalah dengan menjauhkan makanan yang bisa berpotensi membentuk gas, seperti ubi jalar, nangka, lobak, kol, dan minuman bersoda.

D.      Pemeriksaan Kandungan    

Memeriksakan kandungan bagi ibu hamil sangatlah penting untuk mengetahui keadaan ibu dan janin, apakah sehat atau tidak. Jika ibu sehat maka janin yang dikandungnya akan sehat juga. Sebaiknya, pemeriksaan kehamilan ini dilakukan pada waktu-waktu berikut.

1.       Sebulan sekali pada bulan I-VI.
2.       Dua kali pada bulan VII-VIII.
3.       Seminggu sekali pada bulan IX sampai persalinan tiba.

Berikut yang dilakukan dokter ketika sedang memeriksa pasien, khususnya ibu hamil.


1.       Menimbang berat ibu hamil

Menimbang berat badan sangatlah penting untuk mengetahui bertambah atau menurunnya berat badan ibu hamil. Untuk ibu hamil juga sangat dianjurkan meminum madu ibu hamil.

2.       Mengukur tekanan darah

Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui tekanan darah sang ibu, apakah normal atau tidak. Tekanan darah yang mengikat pada ibu hamil harus diwaspadai adanya hipertensi atau preeklamsia (keracunan pada kehamilan).

3.       Tes urin

Tes urin dilakukan pertama kali untuk mengetahui apakah sang ibu positif hamil atau negatif. Fungsi lain dari tes urin ini adalah untuk mengetahui fungsi ginjal, kadar protein, dan kadar gula dalam darah.

4.       Memeriksa detak jantung janin

Alat untuk mendengar detak jantung bayi diawal kehamilan adalah sonicaid. Setelah kandungan berumur 28 minggu, dokter akan menggunakan alat berbentuk seperti terompet yang dinamakan stetoskop janin. Pada zaman sekarang ini, ibu hamil dan suaminya dapat mendengarkan detak jantung janin dengan menggunakan teknik Doppler.

5.       Pemeriksaan dalam

Pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter dengan cara memasukkan dua jari tangan ke dalam vagina dan tangan yang satunya lagi menekan perut. Pada bulan-bulan awal kehamilan, pemeriksaan ini untuk mengetahui seberapa besar ukuran rahim, apakah sesuai dengan usia kehamilan atau tidak. Saat menjelang kelahiran maka pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memeriksa keadaan mulut rahim yang meliputi konsistensi dan pembukaan leher rahim, bagian terbawah janin: apakah sesuai dengan usia kehamilan atau tidak.

Saat menjelang kelahiran maka pemeriksaan ini dimaksudkan untuk memeriksa keadaan mulut rahim yang meliputi konsistensi dan pembukaan leher rahim, bagian terbawah janin: apakah selaput ketubah masih utuh atau tidak; dan juga untuk mengetahui punggul ibu terutama pada persalinan anak pertama.

6.       Pemeriksaan perut

Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara memegang perut sang ibu yang disebut dengan pemeriksaan palpasi. Tujuannya untuk mengetahui letak dan posisi janin (dimana letak punggung janin). Dari sini bisa diketahui apakah bayi pada posisi kepala, posisi bokong, atau posisi lintang. Pemeriksaan palpasi dibawah usia kehamilan 6 bulan biasanya untuk mengetahui seberapa tinggi puncak rahim, apakah sesuai dengan usia kehamilan atau tidak.  



Related Posts

Mendambakan Kehamilan Sehat
4/ 5
Oleh