Rabu, 18 Januari 2017

Persiapan Ibu Untuk Menyusui




Peran Suami dan Keluarga 
Hal wajar apabila seorang ibu yang baru melahirkan ingin melakukan sesuatu untuk mengasuh dan merawat bayinya dengan sempurna. Tetapi kerjasama dan berbagi tugas dengan suami juga perlu agar Anda tidak kesusahan sewaktu mengerjakan semuanya sendirian. Selain merawat bayi dan membangun hubungan dengan anggota keluarga lain, Anda juga punya waktu untuk istirahat. Ayah misalnya, selain membantu tugas Anda merawat bayi, ia juga bisa menghabiskan waktu khusus bersama si kecil. Misalnya, bermain bersama, memberi makan bayi, mengganti popok, menidurkan bayi, atau duduk sambil menyanyi dan memeluk bayi, adalah usaha mendekatkan hubungan ayah dengan anak. Dengan cara ini, seorang ayah juga bisa benar-benar menikmati rasanya menjadi seorang sekaligus ayah. Apabila Anda memiliki anak terdahulu, ajaklah dia untuk berperan serta dalam menjaga dan mengajak bermain si adik. Atau, bisa juga mulai memberikan tanggung jawab dalam membereskan mainannya sendiri. Dengan demikian, seluruh anggota keluarga merasakan kehadiran anggota baru dengan bersemangat dan bersuka cita. 

Ketika menjalani masa-masa kehamilan-apalagi usia kandungan yang telah tua, seorang ibu biasanya ingin segera melihat kelahiran si bayi yang dikandungnya. Mirip siapkah dia nantinya? Ibu atau bapaknya? Dan jauh dilubuk hati, semoga saat persalinan diberikan kemudahan dan keringanan. Semuanya diharapkan berjalan tanpa kendala dan beban. Lantas, bagaimana nanti setelah melahirkan si bayi kesayangannya? Nah, seorang ibu tentunya harus sudah siap memberikan ASI kepada bayinya. Oleh karena itu, persiapan ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin karena ASI adalah makanan yang paling utama dan terbaik dari susu formula mana pun bagi si buah hati.
Dihal lain, keluarnya ASI yang akan dihasilkan seorang ibu tidak tergantung pada ukuran besarnya payudara, tetapi lebih berpengaruh pada makanan yang bergizi, yang dikonsumsi selama kehamilan dan sewaktu menyusui. Bentuk dan ukuran puting payudara pun memengaruhi dalam keberhasilan sewaktu menyusui. Oleh karena itu, bentuk puting yang baik dan normal dapat digerakkan dengan bebas. Hal ini dapat ditentukan dengan menekan ibu jari dan jari telunjuk pada areola sehingga puting jadi menonjol. Sering ditemui pula dimana putting ibu tidak menonjol ke luar. Faktor tersebut disebabkan oleh lengketnya sekitar areola atau puting masuk ke dalam dan menyebabkan susahnya menyusui. Karenanya, dianjurkan menggunakan alat yang ditempelkan diareola selama beberapa minggu secara terus-menerus sehingga diharapkan puting akan berfungsi dengan baik sewaktu menyusui.


A.      Hal yang perlu diperhatikan saat memberi ASI

Sebelum ibu menyusui, hendaknya rawatlah payudara ibu agar saat menyusui, ASI yang diproduksi akan menjadi banyak dan subur. Terkadang, tidak keluarnya ASI waktu menyusui dikarenakan adanya sumbatan saluran karena tekanan yang meningkat. Akibatnya, produksi ASI pun menurun. Oleh karenanya, calon ibu mulai dari minggu sebelum melahirkan diupayakan memijat-mijat payudaranya. Pemijatan bisa dimulai dari daerah pinggir ke arah puting untuk mengelastiskan sel-sel yang mungkin dapat tersumbat pada hari-hari berikutnya.

Berikut penulis sajikan tips sebelum menyusui dan saat menyusui.
1.       Rawatlah puting yang mungkin luka atau kering dengan mengoleskan krim antiseptik. Dan, bersihkan dulu puting dengan air hangat saat akan menyusui.
2.       Pada minggu-minggu terakhir sebelum melahirkan,urutlah payudara sesering mungkin tiap kali sehabis mandi dengan handuk untuk merangsang mengalirnya aliran darah ke payudara.
3.       Konsumsilah makanan yang bergizi, yang berenergi, mengandung protein, vitamin, dan mineral cukup.
4.       Jangan mamaksakan bayi untuk tetap menyusu jika si kecil menolaknya.
5.       Susuilah bayi sedini mungkin, bahkan lebih bagus lagi berikanlah ASI sehabis persalinan. Pada umumnya, sebelum 5 jam setelah melahirkan, harus telah dicoba untuk menyusui si bayi. Andaipun ASI belum keluar, hal ini dimaksudkan untuk memberi rangsangan terhadap ASI.
6.       Apabila pada dua hari pertama ASI belum banyak, jangan biarkan bayi mengisap terlalu lama. Sebaiknya, cukup beberapa menit saja untuk menghindarkan rasa sakit pada puting dan merangsang keluarnya ASI. Hal berikutnya dapat disusui selama 15-20 menit tiap kalinya, walau sebagian besar ASI keluar 5-10 menit pertama ditiap payudara.
7.       Waktu menyusui disesuaikan dengan kegiatan Anda dirumah dan tidak perlu dijadwalkan karena biasanya bayi lapar tak tentu waktu.
8.       Apabila bayi menangis, kadang bukan berarti dia lapar, bisa saja disebabkan oleh perut mual atau mulas setelah minum ASI. Mungkin juga karena sakit.
9.       Awal minggu pertama penyusuan, terkadang Anda merasakan sakit dibagian perut bawah. Hal ini disebabkan oleh refleks rahim terhadap proses menyusui. Jangan khawatir, rasa ini akan hilang dengan sendirinya seiring bergulirnya waktu.
           
B.      Manfaat ASI

Seperti telah banyak diketahui, ASI adalah makanan paling utama bagi bayi. Dengan adanya ASI, berarti sang ibu telah memberikan awal kehidupan terbaru dan terbaik bagi si bayi tersayang. Dengan ASI, Anda dapat memenuhi kebutuhan bayi. Kandungan yang terdapat didalam ASI adalah jenis bakteri prebiotik. Adapun yang dimaksud prebiotik adalah sejenis zat makanan yang sedikit dicerna, kemudian apabila terkonsumsi maka berfungsi memperbaiki kesehatan dengan efek menstimulasi pertumbuhan dan aktivitas “bakteri baik” didalam usus.

Oleh karena itu, prebiotik sangat dibutuhkan dalam saluran pencernaan sejak awal kehidupan, yaitu ketika si bayi baru dilahirkan. Umumnya, saat si bayi lahir, kondisi ususnya masih steril (bersih). Selain itu, “bakteri baik” ini bekerja melawan virus, sehingga melindungi bayi dari kemungkinan infeksi yang masuk lewat saluran pencernaan. ASI juga mengandung asam lemak yang penting dalam membantu perkembangan kecerdasan bayi.

Sekali lagi penulis nyatakan, ASI adalah makanan yang paling penting bagi bayi. Untuk itu, sang ibu harus memberikan ASI dengan segera kepada buah hatinya dengan mempertimbangkan manfaat berikut.

a.       ASI bersifat alami.
b.      ASI mengandung semua gizi dan antibodi yang dibutuhkan bayi.
c.       ASI mengurangi risiko diabetes dan leukemia dini.
d.      ASI membantu melindungi bayi dari infeksi saluran pernapasan dan telinga, serta beberapa jenis alergi, seperti asma dan eksem.
e.      Bayi yang mengonsumsi ASI, setelah dewasa cenderung tidak kegemukan.

C.      Posisi yang baik dan nyaman saat menyusui

Saat menyusui, posisi yang baik dan nyaman sangatlah penting agar ibu dan bayi tenang sewaktu menyusui. Lalu, bagaimanakah cara yang tepat untuk menciptakan suasana demikian? Sebenarnya, kebanyakan masalah sekitar menyusui dapat diatasi dengan mudah. Berikut penulis paparkan beberapa tips praktis seputar menyusui.

a.       Sebelum menyusui duduklah dengan nyaman dikursi. Jika perlu gunakan bantal penyangga agar punggung tidak pegal.
b.      Peluklah si kecil dengan satu tangan. Usahakan posisi kepala, bahu, dan tubuhnya dalam keadaan lurus, serta posisi perut menempel ke tubuh ibu.
c.       Sejajarkan hidung bayi dengan puting ibu. Sentuh pipi bayi ibu dengan jari agar ia menengok ke arah puting.
d.      Setelah mulutnya terbuka, dekatkan mulut bayi ke puting.
e.      Bayi dapat menyusu dengan baik jika area areola (kulit gelap yang mengelilingi puting) berada didalam mulutnya. Dengarkanlah suaranya ketika menelan ASI.
f.        Jika tangan si bayi berada ditempat yang sekiranya menghalangi penyusunan, aturlah kembali ke sisi badannya, atau berikan telunjuk ibu agar bayi menggenggamnya. Jangan panik jika bayi sesekali berhenti minum ASI. Hal ini wajar. Bila ibu merasa tidak nyaman atau bayi yang tidak minum ASI dengan baik, mungkin hal ini disebabkan posisi yang kurang nyaman.
g.       Bersabarlah, setelah dua atau tiga hari, ibu dan bayi tentu bisa menemukan posisi menyusui paling nyaman.


Indikasi bayi sudah cukup ASI
Ketika bayi sudah cukup minum ASI, biasanya dia akan melepaskan isapannya. Akan tetapi, kadang-kadang bayi terhenti sejenak sewaktu minum ASI. Kalau dia masih ingin mengisap ASI lagi, berarti dia masih lapar. Dengan demikian, apabila Anda memberikan ASI dengan intens dan berkelanjutan maka si kecil akan segera tampak pertumbuhannya. Adapun tanda-tanda bayi sudah cukup terpenuhi kebutuhan ASI, sebagai berikut.
a.       Berat badannya mulai bertambah setelah dua minggu pertama.
b.      Kulit bayi merona sehat dan pipinya kencang saat Anda mencubitnya.
c.       Bayi terlihat kenyang setelah minum ASI.
d.      Payudara dan puting Anda tidak terasa terlalu nyeri.
e.      Payudara Anda kosong dan terasa lebih lembek setelah menyusui.
f.        Setelah berumur beberapa hari, bayi akan buang air besar (BAB) dengan tinja yang berwarna kuning atau gelap dan mulai berwarna lebih cerah setelah hari kelima belas.
Indikasi bayi belum cukup ASI
Saat menyusui, Anda mesti selalu memperhatikan bagaimana reaksi si kecil. Jangan sampai bayi Anda merasa tidak nyaman karena pemberian ASI yang tak cukup. Pastikanlah cukup mencukupkan kebutuhan gizinya, terutama ASI. Dengan tercukupinya ASI maka pertumbuhan dan perkembangannya juga semakin optimal tentunya. Dibawah ini merupakan indikasi yang perlu diketahui oleh ibu muda pada masa persusuan terkait belum cukupnya ASI yang dikonsumsi si bayi.
a.       Dia tampak bosan dan gelisah sepanjang waktu, yang biasanya rewel. Bisa jadi dia akan sulit tidur.
b.      Jika dia menangis, berarti masih lapar. Jika hal ini terjadi berkali-kali, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak.
c.       Dia membuat suara berdecap-decap sewaktu minum ASI, atau ibu tidak dapat mendengarnya menelan. Ini bisa berarti dia tidak minum ASI dengan benar karena ASI tidak keluar dengan lancar.
Warna kulitnya menjadi agak kuning, dan tampak masih berkerut dalam minggu pertama

Baca juga: Pelangsing dan Pemutih aman untuk Ibu Menyusui

Related Posts

Persiapan Ibu Untuk Menyusui
4/ 5
Oleh