Jumat, 06 Januari 2017

Mengenali Penyebab Sulit Hamil Bagian Satu




Pernikahan merupakan peristiwa penting dalam kehidupan umat manusia. Dengan adanya pernikahan, maka terjadilah persekutuan cinta antara pria dan wanita yang notabene mempunyai kepribadian yang berbeda, saling memberi dan menerima, serta penuh penyerahan diri seumur hidup. Hari demi hari harus dilewati bersama dan setiap persoalan harus diselesaikan secara bijaksana. Tentu saja, semua itu demi menciptakan kehidupan rumah tangga yang bahagia. Namun, terkadang seiring dengan berjalannya waktu, ada saja permasalahan yang bisa menghambat atau mengusik kebahagiaan dalam hidup berumah tangga. Salah satunya adalah jika impiannya untuk mendapatkan momongan tidak juga terkabul, padahal keduanya sudah sangat merindukan kehadiran seorang bayi yang bisa menjadi penghibur disela-sela kepenatan hidup.

Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk mengetahui faktor-faktor yang membuat seseorang susah hamil. Hal ini bertujuan agar keluarga kita terhindar dari masalah tidak memiliki keturunan yang terkadang menjadi gejolak dalam kehidupan rumah tangga. Banyak hal yang menyebabkan seorang susah hamil, misalnya mengalami kemandulan, atau usianya sudah terlalu tua dan sudah tidak produktif lagi, atau hal lain yang sesungguhnya dapat kita hindari, misalnya hal-hal yang dapat menggangu kesuburan.

Baca juga: Madu Penyubur Kandungan Asli

Ada sebagian kecil pasangan suami-istri yang sudah bertahun-tahun menikah, namun tidak juga dikarunia momongan, padahal mereka sudah melakukan hubungan suami-istri secara normal. Sementara dari segi usia, mereka masih berada pada usia yang terbilang produktif, terlebih pada usia tahun pertama dalam pernikahan, karena kemungkinan hamil pada tahun pertama bagi wanita yang sudah menikah adalah 80 hingga 90 persen. Berdasarkan data infertilitas ketidakhamilan karena faktor istri mencakup 45 persen yang mempunyai masalah pada saluran telur, ovulasi, perotenium/endometriosis, mulut rahim, dan rahim itu sendiri. Sedangkan infertilitas karena faktor suami sekitar 40 persen, meliputi kelainan pengeluaran sperma, penyempitan saluran mani karena infeksi bawaan, faktor imunologik/antibody, antisperma, serta faktor gizi. Sementara, akibat faktor yang tidak jelas berkisar antara 10-15 persen.

Mengingat begitu penting kehadiran si buah hati, maka Anda bisa memperhatikan beberapa hal yang dapat mengganggu kesuburan Anda.

1.       Terjadinya Gangguan pada Organ Reproduksi.

Gangguan pada organ reproduksi bisa terjadi pada vagina, leher rahim, dan juga pada ovarium/indung telur yang berakibat pada terjadinya gangguan terhadap pergerakan sperma yang tidak bisa mencapai sel telur. Sehingga, meskipun suami-istri telah melakukan hubungan seksual, maka secara otomatis tidak akan terjadi pembuahan karena sperma seorang laki-laki tidak bisa bertemu dengan sel telur si perempuan. Padahal, secara normal, pembuahan kan terjadi manakal ada pertemuan antara sperma dengan ovum.

Gangguan semacam ini biasanya memang banyak terjadi pada saluran telur yang merupakan terjadi pada saluran telur yang merupakan terjadinya pertemuan antara sel sperma dan sel telur untuk selanjutnya mengalami pembuahan. Oleh karena itu, sudah dapat dipastikan bahwa apabila terjadi sumbatan pada saluran sel telur, tentu tidak akan terjadi pembuahan atau dengan kata lain susah hamil.

Sumbatan jenis ini ada dua macam, yaitu sumbatan psikogen yang disebut juga vaginismus atau dispareunia. Selanjutnya adalah sumbatan anatomis berupa vaginitis atau radang pada vagina yang bisa disebabkan oleh Candida albicans atau trikomonas, sejenis kuman yang hidup didalam vagina dan dapat menghambat gerak spermatozoa.

Karena itu, Anda susah hamil, maka periksalah kedokter untuk memastikan apakah Anda sedang mengalami gangguan semacam ini atau tidak. Jika Anda sedang mengalami gangguan semacam ini, maka langkah yang terbaik adalah mengobatinya. Sehingga dengan demikian diharpkan Anda bisa cepat sembuh dan selanjutnya dikaruniai momongan yang lucu, mungil, yang pertumbuhannya sangat menakjubkan dan menggemaskan itu.

2.       Mengalami Stres

Hidup dalam tekanan atau hidup yang selalu bersentuhan dengan banyak masalah terkadang bisa membuat seseorang menjadi stres. Contohnya adalah kehidupan rumah tangga yang berada dibawah garis kemiskinan, dimana sehari-hari ia sudah berusaha banting tulang namun nasibnya tidak juga berubah. Sehingga, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ia harus berutang kanan-kiri dan pada akhirnya menumbuhkan permasalahan baru. Kehidupan semacam ini terkadang memacu seseorang untuk menjadi stres. Tidak hanya itu, masih banyak hal yang dapat membuat kita menjadi stres. Dan, yang perlu diketahui bahwa pola hidup stres ternyata memiliki peran yang sangat besar dalam menyumbang angka kejadian infertilitas, yakni sebesar 20-25%.

Hal lain yang perlu kita ketahui dengan pola hidup stres yaitu kehidupan yang demikian bisa menyebabkan gangguan ovulasi, gangguan spermatogenesis, spasmetuba fallopi, dan menurunnya frekuensi hubungan suami-istri. Maka jangan menyalahkan siapa-siapa jika rumah tangga Anda belum juga dikaruniai momongan jika Anda membiasakan hidup terjebak stres.

Oleh karena itu, jika Anda ingin segera mendapatkan momongan, maka adakan introspeksi diri apakah kehidupan keluarga Anda berjalan dengan baik tanpa banyak masalah? Sebenarnya, permasalahan dalam kehidupan rumah tangga memnag tidak bisa dihindari. Hanya saja, kita dituntut secara dewasa untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut secara baik dan bijaksana. Selebihnya, marilah kita jalani hidup ini dengan cara menysukuri nikmat yang telah kita terima. Karena, apa pun yang terjadi pada diri kita, itulah yang terbaik. Dengan demikian, kehidupan rumah tangga kita menjadi sehat, harmonis, dan bahagia.

3.       Terlalu Gemuk


Akhir-akhir ini, persediaan makanan cukup banyak dan mudah serta serba instan. Sehingga, apabila kita membutuhkan yang namanya makanan, kita dapat dengan mudah mengonsumsinya, baik dengan cara membeli atau memasaknya sendiri. Nah, jika selera makan kita turuti namun tidak diimbangi dengan berolahraga, maka yang terjadi adalah penggemukan pada badan kita. Pada dasarnya, gemuk tidaklah buruk, namun terlalu gemuk juga menjadi masalah. Sebab, timbunan lemak dapat mengganggu kinerja organ tubuh, termasuk organ-organ reproduksi. Kadar kolesterol yang tinggi akan mengusik keseimbangan hormonal yang antara lain bermuara pada terganggunya siklus haid, bisa berupa haidnya terlambat, tidak datang sama sekali dalam beberapa bulan meski tidak hamil, atau sebaliknya justru keluar terus tapi tidak teratur. Padahal, gangguan haid berpengaruh langsung pada perhitungan matangnya sel telur. Sedangkan hubungan seks diluar masa subur berpeluang tipis menghasilkan pembuahan.

Pada pria yang kegemukan sesungguhnya terjadi penumpukan lemak dimana-mana, termasuk didaerah pubis (bagian atas kemaluan), sehingga penisnya tampak pendek dan kecil. Akibatnya, dapat menghambat kontak seksual. Selain itu, obesitas juga berpengaruh pada metabolisme testosteron. Padahal, hormon ini menjamin berkembangnya organ reproduksi, timbulnya cirri-ciri seks sekunder laki-laki sebelum pubertas, dan berlangsungnya spermatogenesis (pembentukan sperma), serta mempertahankan fungsi seksual setelah pubertas. Oleh karena itu, sebaiknya kita menjaga dan mengatur jam makan serta menjaga pola makan. Jangan memakan sembarangan sehingga kita tidak kegemukan yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada pembentukan sperma. Terlebih bagi mereka yang menginginkan dikaruniai anak dan hingga kini belum dikaruniai.

Related Posts

Mengenali Penyebab Sulit Hamil Bagian Satu
4/ 5
Oleh