Senin, 27 Februari 2017

Jaga Reproduksi

Berbicara tentang kehamilan tentu erat kaitannya dengan organ reproduksi, tidak hanya organ reproduksi wanita tetapi juga organ reproduksi pria karena keduanya berperan penting dalam suksesnya perencanaan kehamilan. Bisa saja seseorang yang dalam kehidupan sehari-hari mengabaikan kebersihan diri, berperilaku hidup tidak sehat seperti merokok, sulit mendapatkan keturunan atau bahkan mengalami mandul.

Pada wanita, misalnya, memerhatikan kesehatan daerah kewanitaan adalah sesuatu yang wajib dilakukan, terutama sejak pertama kali mereka mendapatkan menstruasi. Tujuannya agar fungsi organ reproduksi bisa tetap optimal seperti siklus menstruasi yang teratur. Selain itu, perilaku tidak sehat pada kaum pria seperti kebiasaan menggunakan celana dalam yang sangat ketat juga dapat menyebabkan masalah pada sistem reproduksi. Karena itu, kenali dan jaga kesehatan alat reproduksi Anda!
A.      Organ Reproduksi Pria

Pria memang tidak memiliki rahim (tempat tumbuhnya bayi) tapi pria memiliki organ-organ reproduksi penting bagi pembentukan sperma yang nantinya akan membuahi sel telur pada wanita dan melahirkan jabang bayi. Berikut ini organ-organ reproduksi pria:

-          Testis
Testis merupakan organ penghasil bakal calon sperma (spermatogonia) dan hormone khas laki-laki (testosteron), testis ini terletak didalam kantong skrotum dan sering disebut dengan buah zakar. Pada setiap satu militer air mani yang dikeluarkan oleh pria, normalnya memiliki 20-120 juta sperma. Apabila testis dalam keadaan normal maka akan dapat memproduksi sperma sepanjang hidup pria tersebut hanya jumlah dan kualitasnya saja yang menurun.

-          Vesikulasi Seminalis
Organ ini letaknya dekat dengan kandung kencing, fungsi utama dari vesikulasi seminalis adalah menghasilkan komponen air mani. Sperma tak dapat hidup sendiri tanpa berada didalam air mani yang mengandung berbagai macam zat seperti glukosa, prostaglandin dan lain sebagainya sebagai penunjang kelangsungan hiduo sperma.

-          Epididimis
Epididimis merupakan organ yang berbentuk mirip tabung atau pipa yang berliku-liku panjang, fungsi utamanya adalah sebagai jalan sperma yang akan menuju tempat penampungan sperma. Organ ini harus selalu dalam keadaan sehat dan tidak memiliki sumbatan sehingga sperma akan disalurkan dengan baik.

-          Vas Deferens
Organ ini pada intinya merupakan tempat penampungan dan pendewasaan bakal calon sperma yang dihasilkan oleh testis, organ ini memiliki semacam kantung tempat penampungan yang juga terhubung pada saluran tempat pengeluaran air mani dan sperma.
-          Kelenjar Prostat
Kelenjar ini memproduksi cairan yang melengkapi air mani, cairan yang dihasilkan sifatnya basa (tidak asam) sehingga berfungsi menetralkan keasaman vagina agar sperma bisa masuk hingga bertemu dengan indung telur .

-          Penis
Fungsi utama dari organ ini adalah sebagai saluran pengeluaran sperma dan air mani keluar dari tubuh, organ ini juga berfungsi sebagai organ perkawinan manusia yang utama.

A.      Organ Reproduksi Wanita

Jika pria memiliki organ reproduksi yang mempunyai fungsi utama sebagai penghasil sperma dan hormone testoteron, sedangkan organ reproduksi wanita berbeda. Organ reproduksi wanita yang memiliki tiga fungsi utama, yaitu: penghasil sel telur (ovum), penghasil hormone khas wanita (estrogen dan progesterone) serta sebagai tempat pertumbuhan janin dalam rahim. Organ reproduksi wanita dibagi menjadi 2 bagian, yaitu bagian luar dan bagian dalam. Berikut ini penjelasan lengkap mengenai organ reproduksi wanita:

1.       Organ Reproduksi Luar

-          Labia Mayora dan Minora
Labia merupakan bagian paling luar dari organ reproduksi wanita, organ ini memiliki fungsi utama, yaitu melindungi bagian dalam organ reproduksi wanita, labia mayoran ukurannya lebih besar dan berada dibagian depan sedangkan labia minora berada dibagian dalam dan ukurannya lebih kecil atau tipis.

-          Klitoris
Organ ini merupakan organ kecil yang berfungsi dalam proses perangsangan seksual.

-          Vagina
Vagina berbentuk seperti lorong atau tabung dan dan dibentuk dari otot-otot elastic serta fleksibel, selain berfungsi sebagai organ perkawinan seorang wanita, organ ini juga menjadi jalan dari keluarnya darah haid dan janin ketika proses kelahiran.

2.       Organ Reproduksi Dalam

-          Serviks
Organ ini memiliki struktur yang mirip dengan vagina dan memang merupakan kelanjutan dari vagina yang berhubungan langsung dengan rahim, oleh karena itu serviks sering disebut dengan leher rahim, fungsinya pun sama dengan vagina, yaitu sebagai jalan keluarnya darah haid dan janin saat proses kelahiran.

-          Rahim (Uterus)
Uterus memiliki fungsi utama sebagai tempat pertumbuhan janin karena memiliki dinding-dinding yang kuat. Dinding rahim ini juga yang akan luruh menjadi darah haid bila tidak ada janin yang tumbuh didalamnya. Proses terjadinya haid akan dijelaskan dibagian lain.

-          Saluran Indung Telur (Tuba Falopi)
Saluran indung telur ini menghubungkan antara rahim dan indung telur (ovarium). Saluran ini memiliki dua fungsi utama, yaitu: sebagai penangkap sel telur yang telah matang dan sebagai tempat pembuahan (fertilisasi) atau pertemuan antara sperma dan sel telur untuk menjadi calon jabang bayi.

-          Indung Telur (Ovarium)
Indung telur berfungsi menghasilkan sel telur (ovum) dalam waktu sebulan sekali dan menghasilkan hormone khusus wanita, yaitu estrogen dan progesterone. Ovarium berjumlah dua buah, terletak dikanan dan kiri. Oleh karena itu, apabila salah satunya tidak berfungsi masih ada satu organ yang dapat menghasilkan sel telur dan hormone estrogen serta progesterone. 

Baca juga: Madu Penyubur Kandungan  
Seluruh organ reproduksi wanita tersebut dapat dikatakan mendukung kesuburan seorang wanita, apabila salah satu organ tidak berfungsi dengan baik atau memiliki struktur yang tidak normal akan menyebabkan wanita menjadi sulit hamil. Sebagai contoh, apabila saluran indung telur (tuba fallopi) memiliki struktur yang terlalu sempit, maka embrio (calon janin) tidak akan mampu untuk tumbuh. Contoh lain, apabila indung telur (ovarium) tak mampu menghasilkan sel telur setiap bulannya dapat dipastikan tak akan terjadi proses pembuahan (dijelaskan dalam bagian lain), karena itu syarat utama agar seorang wanita tetap terjaga kesuburannya adalah dengan organ-organ reproduksi yang sehat. Selain itu, ada banyak penyebab ketidaksuburan pada wanita, antara lain:
-          Organ reproduksi yang mengalami gangguan fungsi atau struktur yang tidak normal.
-          Gangguan pengaturan sistem hormonal yang bisa berasal dari indung telur (ovarium) atau pada otak sebagai pusat pengaturan hormone.
-          Penyakit yang menjangkit organ reproduksi seperti kanker serviks atau infeksi pada vagina dan rahim.
-          Gaya hidup tidak sehat seperti merokok ataupun minum minuman beralkohol atau terlalu banyak mengonsumsi makanan junk food, yang dapat mengganggu proses pembentukan sel telur (ovum).
Agar kesehatan tubuh dan sistem reproduksi selalu sehat, ada banyak cara yang bisa dilakukan, mulai dari gaya hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, hingga pemakaian pembalut yang benar. Cara-cara tersebut akan dijelaskan pada bab-bab selanjutnya dalam buku ini.

Related Posts

Jaga Reproduksi
4/ 5
Oleh